Monday, May 25, 2009

Plastik Masa Depan Terbuat dari Kulit Jeruk

Ilmuwan menemukan bahan alternatif pembuat plastik. Berasal dari alam, bahan tersebut jelas lebih ramah lingkungan. Jangan terkejut, bahan itu berasal dari buah jeruk.
Sekarang zamannya serba plastik. Nyaris semua piranti sehari-hari terbuat dari plastik. Memprihatinkan memang, mengingat sampah plastik tak bisa didaur ulang secara alamiah dengan mudah. Berbeda dengan limbah organik yang secara langsung dapat diuraikan mikroba tanah dalam tempo beberapa hari. Namun limbah plastik butuh waktu yang tidak sebentar agar dapat terurai. Mungkin memerlukan waktu bertahun-tahun. Dengan proses pembakaran pun tak membuat plastik menjadi terurai sempurna dalam tanah, malahan mengakibatkan polusi udara, dan membawa efek buruk bagi kesehatan manusia.
Demi mencari alternatif bahan pembuat plastik, ilmuwan dari Cornell University melakukan studi terhadap sejumlah bahan alamiah. Akhirnya mereka menemukan bahan dasar plastik yang cukup ramah lingkungan, yakni buah jeruk. Dalam membuat plastik yang dalam bahasa ilmiahnya dikenal dengan nama polylimonene carbonate ini, ilmuwan menggunakan molekul yang berasal dari dua sumber, karbon dioksida dan limonene oksida. Yang terakhir tersebut berasal dari kulit buah sitrus.
”Limonene oksida sudah lama ada seperti halnya karbon dioksida. Yang baru kita lakukan adalah memadukan kedua bahan tersebut sehingga bisa terbentuk plastik,” jelas profesor Geoffrey Coates dari Cornel University kepada CNN baru-baru ini.
Mereka menggunakan katalisator dalam proses kimia yang mengandung komponen kecil seng atau zink. Kemudian Coates dan kawan-kawan mengombinasikan cairan limonene oksida dengan gas CO2 sehingga menghasilkan bubuk putih. Bubuk ini akan mencair menjadi bahan yang menyerupai bahan dasar plastik dan bisa dibentuk sesuai keinginan, seperti gelas plastik.
Plastik dengan bahan dasar baru ini mempunyai banyak kesamaan dengan plastik polystyrene, jenis plastik biasa yang banyak kita jumpai.

Belum Gantikan Bahan Dasar
Tim peneliti Cornel yang juga melibatkan Scott Allen dan Chris Byrne ini sekarang tengah melakukan uji coba untuk mengetahui seberapa kuat bahan plastik baru tersebut. Juga bagaimana daya tahannya terhadap panas dan dingin. Mereka juga mengevaluasi sifat biogradasinya. Detail studi mengenai plastik berbahan dasar jeruk ini dipublikasikan dalam Journal of the American Chemical Society.
Menurut Coates, temuannya mendapat sambutan cukup positif dari publik. ”Saya banyak dihubungi oleh orang-orang yang ingin tahu lebih banyak,” ujarnya.
Sudah sejak lama ilmuwan tersebut mencari tahu mengenai manfaat buah sitrus. Biasanya buah jeruk yang diproses menjadi minuman jeruk hanya terpakai sekitar 50-60 persen saja. Sisanya akan terbuang menjadi sampah, demikian menurut Robin Bryant, manejer riset Florida Department of Citrus. Kulit jeruk kadang dikeringkan dan menjadi bahan tambahan bagi makanan sapi. Bahan limonene oksida sendiri sudah banyak terkandung dalam produk pembersih. Kini mereka tengah berupaya menciptakan ethanol dari limbah buah jeruk.
Bahan Polylimonene carbonate alias limonene oksida bisa juga dipakai sebagai kandungan yang memiliki sedikit tingkat racunnya dalam pembuatan lapisan besi atau aluminium. Bahan itu juga menjadi campuran dalam pestisida dan herbisida. Namun begitu bahan itu berkembang menjadi komersial, maka dibutuhkan riset laboratorium jangka panjang.
”Penemuan bahan baru yang dikonversikan menjadi produk komersial memerlukan uji coba lama. Bisa bulanan bahkan tahunan,” jelas Coates. Terlebih lagi bagi bahan alternatif pembuat plastik yang akan diproduksi dalam jumlah besar di seluruh dunia. Jumlah limonene oksida sendiri di dunia masih kurang memenuhi kebutuhan. Tahun lalu saja produksi bahan ini sekitar 150 juta pon. Angka ini belum mampu menggantikan bahan dasar plastik, yakni polimer atau polyethylene.

1 comment:

TAS DAN SANDAL said...

mbak saya mau nawarin produk dari limbah plastik